2 Panglima Perang Besar Yang Tak Pernah Kalah

2 Panglima Perang Besar Yang Tak Pernah Kalah

Khalid bin AL-WALEED RA

2 Panglima Perang Besar Yang Tak Pernah Kalah

Khalid bin Al Waleed ra . Selain dikenal sebagai Sahabat Nabi SAW , beliau juga dikenal karena taktik militernya dan kecakapan dalam bidang militer. Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya.

Pada saat dibawah kepemimpinan militernyalah Jazirah Arabia untuk pertama kalinya dalam sejarah bersatu dalam satu entitas politik yaitu Kekhalifahan. Khalid ra mengkomandani pasukan muslim, walaupun pasukan muslim tersebut baru dibentuk. Khalid ra dan pasukannya tidak pernah dikalahkan dalam lebih dari 100 pertempuran melawan Kekaisaran Byzantium, Kekaisaran Sassanid, Persia,dan sekutu-sekutu mereka termasuk juga suku-suku Arab di luar kekuasaan Khalifah Atau bahkan duel tunggal sekalipun.

Khalid ra awalnya adalah musuh tentara Muslim.Dia terlahir sebagai seorang dari golongan musyrikin (penyembah berhala) dan berasal dari keluarga kaya raya . Ayahnya memiliki kebun yang sangat luas serta berdagang kuda & senjata. Namun prajurit paling ditakuti di suku Quraisy ini kemudian hijrah memeluk agama Islam. Setelah itu dia menjadi salah satu pemimpin militer Islam terbesar sepanjang masa.

Sejarah unik pun mencatat, sebelum Khalid ra masuk Islam Kekalahan umat Islam di dalam perang Uhud didalangi oleh Khalid, berkat kemampuannya dalam mengubah kekalahan menjadi kemenangan gemilang.

Dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menempatkan sekelompok pemanah di sebuah bukit terdekat untuk memberi perlindungan kepada bagian belakang tentara Muslim.

Nabi SAW secara khusus menginstruksikan mereka untuk tidak meninggalkan pos dalam kondisi apapun. Di saat tentara Muslim mendekati kemenangan (diatas angin), para pemanah berpikir bahwa mereka boleh meninggalkan posisi mereka.

Hal ini mendatangkan ide bagi Khalid untuk menggunakan kelengahan para pemanah Muslim tersebut untuk melakukan pembalasan. Bersama pasukannya, Khalid naik ke atas bukit dan mengalahkan tentara Muslim.Pasukan Muslim pun terjepit dan mengalami kekalahan dalam perang uhud.

Namun semenjak memeluk agama islam khalid bin Walid ra pun memberi konstribusi besar dalam hal pengamanan,kepemimpinan perang,penaklukan dan kemiliteran yang diberlandaskan unsur islami yang tercatat oleh tinta emas sejarah.

DAERAH PENAKLUKAN PASUKAN MUSLIM ERA KEPEMIMPINAN KHALID BIN WALEED RA

2 Panglima Perang Besar Yang Tak Pernah Kalah

TEMAJIN a.k.a GENGHIS KHAN

2 Panglima Perang Besar Yang Tak Pernah Kalah

Jenghis Khan dilahirkan dengan nama Temüjin sekitar tahun 1162 dan 1167, anak sulung Yesügei, ketua suku Kiyad (Kiyan). Sedangkan nama keluarga dari Yesügei adalah Borjigin (Borjigid). Temujin dinamakan seperti nama ketua musuh yang ditewaskan ayahnya.

Lahir dan besar di dataran Mongol yang kurang bersahabat, lelaki ini tumbuh menjadi pemuda tangguh dan tak pantang menyerah. Salah satu ciri kehidupan bangsa Mongol adalah hidup secara berpindah-pindah. Hanya dengan cara ini mereka dapat bertahan dikarenakan kondisi tempat-tempat yang mereka tinggali tak semakmur wilayah lain. Maka terkenallah mereka sebagai bangsa pengelana yang terbiasa bertarung dengan lingkungan baru dan menjelajah mengarungi dunia.

Selain tangguh, bangsa Mongol terkenal dengan kelihaiannya dalam berperang dan menunggang kuda.Temujin, yang nantinya menjadi penakluk dunia dari timur mengungkapkan penyebab ketangguhan bangsa Mongol adalah derita kemiskinan yang mereka alami. Kemiskinan memaksa mereka untuk berjuang lebih keras dari bangsa-bangsa lain yang tengah hidup dalam kemapaman dan jauh dari berbagai ancaman. Kemenangan dalam peperangan adalah bonus dari kritisnya kehidupan yang mereka jalani selama ini. Orang-orang barat menyebut mereka bangsa bar-bar atau suku yang tak berperadaban disebabkan pada setiap peperangan yang terjadi para petarung Mongol ini akan melawan musuhnya secara membabi buta dan menghancurkan peradaban dan hanya mengambil barang rampasan yang sekiranya menguntungkan mereka. Hal ini dapat dimaklumi ketika kita dapat mengingat kembali kehidupan asli bangsa Mongol adalah primitif

Walaupun tercatat sebagai jendral yang kejam Namun ada sisi lain di balik Genghis Khan Yaitu Toleransinya terhadap daerah yang berhasil di taklukkannya. Di setiap wilayah yang berhasil ditaklukkannya Genghis Khan menciptakan kode etik atau mungkin lebih tepatnya disebut sebagai hukum atau undang-undang yang disebut Yassa yang isinya melarang hal-hal tabu seperti perzinaan, mencuri dan berbohong.
Bahkan dia memberikan kebebasan pada penduduknya untuk memeluk agama dan beribadah sesuai cara masing-masing.

Daerah Penaklukan Bangsa Mongol era Genghis Khan

2 Panglima Perang Besar Yang Tak Pernah Kalah

Sumber : KASKUS

FacebookGoogle+LinkedInPinterestShare